Minggu, 05 Juli 2015

Dini, Fajar dan Pagi

Terima kasih
Sayang dan sumbangsih
Akan selalu menancap dalam hati
Ini, Lebih berharga dari materi
-
Aku bertanya,
Jika merah lantas kau artikan marah
Jika hitam lantas kau artikan kelam
Jika putih lantas kau pukul rata suci
Lantas, bagaimana kau artikan aku yang abu-abu?
-
Termasuk ajang koreksi
Akan masa depan kita nanti
Agar tak akan melulu mati
Tersengat akan halusinasi
-
Bukan maksud, sungguh
Tak setuju kemudian beda kubu
Tak sepaham maka baku hantam
Di teriaki maka saling caci-maki
-
Tuntut menuntut, pasti
Gambaran akan tak kepuasan hati
Bukankah semua ajang evaluasi nanti
Sungguh, tak ada maksud iri, dengki, sakit hati.
-
Sejatinya, hanya sadar antar diri
Semoga, jiwa dan raga akan lebih baik lagi
Bukan hanya untuk individu ini
Beban sebagai penerus ummat nanti
-
Sejatinya, kita adalah satu
Ku kira tak ada kata musuh
Perkara kecil tentang tidak setuju
Bukan begitu kawanku?
-
Mohon maaf, atas laku dan perangai
Jauh dari kata baik dan benar.
-
LPJ Musykom XXII IMM FAI UMY
Aula MUHI
06.22 / 24 Mei 2015

Senin, 27 April 2015

Movie Review: Senyap

image
Adi Rukun menonton televisi. Adi Rukun menjalankan tugasnya sebagai optometris. Adi Rukun bercengkerama dengan keluarganya.

Tiga kegiatan yang terdengar sederhana itu menjadi formula dasar film dokumenter Senyap—berjudul internasional The Look of Silence—garapan Joshua Oppenheimer yang menindaklanjuti Jagal atau, bagi publik mancanegara, The Act of Killing.

Seperti pendahulunya, Senyap kembali berupaya menguak pembunuhan lebih dari satu juta orang yang dituduh terlibat sebagai anggota Partai Komunis Indonesia pada medio 1965 hingga 1966. Sebuah genosida yang dibiarkan. Namun, seperti dapat diterka lewat paragraf pembuka ulasan ini, ada pendekatan yang berbanding terbalik pada dua film dokumenter tersebut.

Pendidikan Islam menurut Ibnu Khaldun dan Imam Al Ghazali



Menurut Ibnu Khaldun memandang bahwa perkembangan dan kemajuan pendidikan tidak dapat lepas dari kemajuan peradaban. Tujuan pendidikan Islam menurutnya adalah meningkatkan kualitas hidup, kualitas iman dan ketaatan, kualitas nalar, kualitas moral dan kualitas kerja.
Sedangkan menurut Imam al-Ghazali walaupun belum pernah mendefinisikan arti pendidikan secara jelas, tapi lewat ungkapan beliau yang mengatakan bahwa hasil ilmu adalah upaya pendekatan diri kepada Allah Tuhan Semesta Alam, menghubungkan diri dengan ketinggian dan berhampiran dengan malaikat tinggi. Dan ini sesungguhnya dapat dilakukan dengan ilmu yang berkembang bukan ilmu yang beku yang tidak berkembang; menunjukkan unsur unsur pembentuk pengertian pendidikan.
Dari kedua pendapat tokoh pendidikan islam tersebut, bisa dilihat perbedaan dari keduanya :

Presiden lebih tinggi dari DPR? what the fu*k?

Saat itu penyakit ku kambuh, insomnia. Ya, itu mungkin adalah penyakit kebanyakan dari para mahasiswa saat ini, tanpa berfikir panjang aku berpikir untuk pergi kewarnet mencari bahan bacaan tentang tugas kuliah yang tak kunjung usai. Tanpa pikir panjang langsung saja aku pergi kewarnet, saat itu warnet sepi, hanya ada beberapa bilik yang berpenghuni.Masuklah aku menghadap sang komputer untuk browsing bahan tugas.
          Tidak sengaja dengerin antara operator warnet dengan salah satu pengunjung. Kebetulan bilik PC dari si pengunjung berdekatan dengan sang operator. Pembicaraan berawal saat operator warnet melihat berita melalui media elektronik (entah itu dari televisi atau lewat internet, aku kurang paham) yang menayangkan tentang demo kenaikan harga BBM. Kurang lebih begini pembicaraan nya. :

Review Buku : Tasawuf Modern

Tasawuf Modern, Bahagia itu Dekat dengan Kita, Ada dalam Diri Kita

Bila disebut tasawuf, sebagian besar masyarakat akan memahaminya sebagai hidup menjauh dari dunia dan lebih fokus ke akhirat. Kekayaan diajuhi, kekuasaan diabaikan. Hidup sepenuhnya untuk beribadah.

Pemahaman seperti ini bisa dipahami mengingat pada awal munculnya, para pengamal tasawuf, dikenal sebagai sufi, memilih untuk menjauh dari dunia, menepi dan mengasingkan diri, sibuk berdzikir dan beribadah. Bagi mereka bahagia itu ketika merasakan kehadiran Allah.