Masih tergambar jelas raut wajah manismu
Wanita terbaik pilihan ayahku
Satu wanita terbaik dari sekian ribu
Yang hingga kini setia menyanding ayahku
Ibu,
Jarak teritorialku dan kamu tidaklah dekat
Lautan luas membentang menyayat
Sama halnya dengan jalur darat
Namun percayalah, kasihmu tetaplah melekat
Ibu,
Delapan belas tahun yang lalu
Lahirlah aku, putra pertamamu
Raut wajah mu gembira nan mengharu-biru
Ribuan harapan kau sematkan padaku.
Ibu,
Inginku mengutuk jarak
Satu hal yang tak kunjung tidak
Namun, keberatan pun ku tak punya hak
Penyebab rindu yang saban hari semakin berpetak

