Selasa, 12 April 2016

PERKADERAN ; PERSOALAN PENTING YANG BIASA TIDAK DIANGGAP PENTING

Berbicara tentang organisasi yang besar seperti IMM ini bukanlah sebuah pekerjaan yang gampang. Entah karena terlalu sempurnakah organisasi ini sehingga sulit mencari celah untuk di kritik atau semakin besar organisasi ini malah semakin besar pula keburukan yang terdapat didalamnya sehingga “malas” untuk membicarakan. Terlewat dari kedua asumsi tadi, saya tetap akan membicarakan organisasi besar ini, entah nanti hal yang didapat objektif ataupun subjektif, biarlah khalayak yang menilai.
Setelah memasuki tahun ketiga di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini, aku banyak mendapat tahu sekaligus banyak juga mendapat pilu. Kiprah atau perjalanan di Ikatan ini aku awali di tingkat terbawah organisasi ini, yaitu komisariat. Salah satu komisariat yang bisa dikatakan paling “alim” diantara yang lainnya, komisarita Fakultas Agama Islam UMY, satu diantara beberapa komisariat dibawah payung Pimpinan Cabang IMM Abdul Razak Fachruddin Kota Yogyakarta. Setelah melewati perkaderan formal tingkat dasar, Darul Arqom Dasar (DAD), tahun ketiga ini adalah massa dimana aku sekaligus teman sejawad seangkatan mendapat  tambahan amanah yaitu menjadi pimpinan. Mengurusi seratusan anak manusia yang menjadi tanggung jawab sehingga sesuai dengan tujuan ikatan bukanlah sebuah pekerjaan yang bisa di kerjakan semalam saja, sebagaimana Bandung Bondowoso, namun butuh beberapa faktor sehingga sesuai dengan Idealitas.

Jumat, 25 Maret 2016

Hegemoni dan Negara - Antonio Gramsci ; Notulensi Ngobook (ngobrol buku) #1

"Sejarah manusia adalah perjuangan kelas" marx
Antonio gramsci salah satu pejuang kelas(relasi seseorang terhadap alat produksi) di italia. Gramsci banyak mereduksi teori-teori dari marxis namun terdapat penambahan dari teori negara. Dalam perkembangan pemikiran gramsci tentang hegemoni, tidak bisa dilepaskan dari pertarungan dialektika yang di mulai dari munculnya teori negara naturalis yang di bangun oleh jhon lock dkk. Walaupun teori ini untuk menghancurkan pengaruh teologis(greja) namun teori ini muncul dari kalangan borjuis yang mengedepankan hak pribadi(milik) sebagai gerbang awal kebangkitan kapitalisme dan liberalisme. Selain teori naturalis pengaruh yang tak bisa dilepaskan oleh konsep filsafat hagel tentang dialektika dengan tujuan mencapai ide universal negara sebagai roh objektif sehingga masyarakat harus tunduk kepada negara dan negara yang membangun masyarakat. Konsep ini sangat idealis. Namun berbeda dengan marx yang memiliki konsep matrialis yang bertentangan dengan idealis. Marx memandang kondisi material yang mempengaruhi objektifitas /masyarakat yang membangun negara bukan negara yang membangun masyarakat. Marx tidak menolak seluruh konsep filsafat hegel , namun memakai konsep diakektika dan historisnya sehingga muncul MDH/matrialisme dialektika historis. Walaupun marx mulai membangun kesadaran perjuangan kelas. Namun belum lengkap dengan ditambahnya pola pola praksis dari teori marxis oleh lenin. Sehingga munculah revolusi kelas pertama di rusia yang di sebut sebagai revolusi bolshevik. Dengan demikian revolusi menjadi agenda besar dunia dalam perjuangan kelas(leninisme-marxisme)

Sabtu, 31 Oktober 2015

Kader IMM Sebagai Ummat Terbaik


Konsep manusia dalam islam sangatlah jelas, dalam islam manusia di tempatkan sebagai abdi Tuhan yang diutus untuk mengurus dan mengelola alam semesta-sebagai ciptaan Tuhan. Manusia di percaya sebagai makhluk merdeka dan mendapat kedudukan yang terhormat. Dalam kitab Al-Quran, manusia di berikan kebebasan untuk mengolah esensi dirinya sendiri, memikirkan kedudukannya dalam system realitas sehingga ia mampu menempati tempat sesuai dengan keberadaan kemanusiaannya
Berbeda dengan konsep manusia yang di utarakan oleh barat pada abad pertengahan yang di dominasi oleh pemikiran Yunani yang kental dengan mitologi. Manusia dipandang sebagai makhluk rendahan, manusia hanya sebuah pengganggu para Dewa, manusia adalah saingan para Dewa sehingga tak jarang Dewa dianggap iri hati dan keberadaan manusia semakin terancam dengan adanya Dewa. Karena di era itu, mereka memercayai banyak Dewa dan para Dewa lah yang memegang dominasi sehingga manusia di bawah belenggu para Dewa.
Seiring berkembangnya waktu, rasa ketidakpuasaan muncul seiring datangnya pemikiran bahwa manusia adalah pusat segalanya sehingga manusia perlahan meninggalkan paham keagamaan seperti itu karena manusia memandang bahwa Dewa-Dewa hanyalah mitos dan Dewa-Dewa tidaklah revolusioner. Manusia dipandang berhak menentukan nasibnya sendiri, menentukan kebenaran atas dirinya dan manusia tidak membutuhkan para Dewa sekaligus kitab-kitab suci.

Minggu, 05 Juli 2015

Muhasabah Tengah Periode Berkiprah

Organisasi adalah tempat untuk saling berbahagia dan membahagiakan, meskipun seringkali tidak bahagia namun wajib untuk dibahagiakan. Salah tempat jika hanya untuk saling caci-maki-benci, curiga-mencurigai, jatuh-menjatuhkan, salah-menyalahkan apalagi menbenarkan yang salah. Tepat jikala kita saling rangkul, menyemangati, memahami dan yang paling penting yaitu saling membahagiakan.
Berorganisasi bukan lantas tak setuju maka beda kubu, tak sepaham maka baku hantam, tak sejalan maka saling menerakakan. Awal toleransi sebelum menyangkut toleransi yang lebih sensitive yaitu kita pelajari dan kita maknai di oranisasi. Yang memang kita dituntut untuk saling memahami karakter si A, si B, si C bahkan sampai si Z.
Bersyukurku pada yang Maha Membahagiakan, Allah SWT, yang menakdirkan ku untuk bisa saling bahagia-membahagiakan dalam perjuangan. Terima kasih keluarga Imm Fai Umy, Bem Fai Umy dan keluarga yang lainnya.
-Muhasabah Tengah Periode Berkiprah-