Minggu, 05 Juli 2015

Bait #SajakDiri

Aku adalah tanah
Sesekali dianggap mewah
Namun seringkali tersayat hingga bernanah.
‪#‎SajakDiri‬
Aku adalah alasan,
Kadang menjadi pujian
Namun seringkali terabaikan
#SajakDiri
Aku adalah api,
Membakar adalah pasti,
Pun jua menyesali
#SajakDiri
Selain aku hanya bisa menggerutu, aku hanya bisa bilang " da aku mah apa atuh"
#SajakDiri
Selain aku hanya bisa bilang "oh gitu", aku menyadari siapalah aku
#SajakDiri
Jika memang "itu" yg dimau,
Ijinkan aku memendam pilu dalam kalbu
#SajakDiri

Menunggu ajal endonesa

Jika dirasa Parlemen tak berdaya
atau mungkin diberdayakan
Jika kekuasaan tak semestinya
Atau mungkin diselewengkannya
Jika presiden kerja hanya pengumuman
Atau mungkin pelesiran
Jika rakyat tak ubah penonton sulap
Atau mungkin dikelabuhi suap
Jika parlemen jalanan adalah duri
Atau mungkin di kerdilkan
Jika apatis, hedonis, konsumtif adalah surga
Atau mungkin menjelma tuhan
Jika politik menjadi ladang garapan subur
Atau mungkin penambah gendut

Kurasa indonesia tinggal hitungan hari menuju ajalnya.

Revolusi

Ini kah revolusi ?
Mainan tersentuh teknologi
Jarang kujumpai yang lari-lari
Bersama teman2 ber-hahahihi
Ini kah yang di sebut kemajuan?
Sepi-sunyi nampak di lapangan
Menjulang tinggi rerumputan
Tempat sapi-kerbau mainan
Ini kah desa kesayangan ?
Anak2 tak lagi lari gaduh berkeliaran
Kelerang tak lagi menjadi taruhan
Asik menunduk dengan hp kesayangan
Ini kah tren jaman?
Tunggangan kekinian tak lagi heran
Gede motor tak sebanding dengan badan
Tak lagi santun di jalanan

Ittikad

Kalau sudah begini adanya, tak ada ittikad baik olehnya, rasa2nya aku ingin menyerah saja.
.
Jika hanya timbul fitnah pada setiap hal yg kurasa, dan tak ada pengertian setelahnya, kurasa aku berhenti sajalah.
.
Daripada teramat sakit sayatanya, tak sesekali-duakali kuterima, kurasa mundur jalan terbaiknya.
.
‪#‎SajakDiri‬