Tampilkan postingan dengan label #sajakdiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #sajakdiri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juli 2015

Bait #SajakDiri

Aku adalah tanah
Sesekali dianggap mewah
Namun seringkali tersayat hingga bernanah.
‪#‎SajakDiri‬
Aku adalah alasan,
Kadang menjadi pujian
Namun seringkali terabaikan
#SajakDiri
Aku adalah api,
Membakar adalah pasti,
Pun jua menyesali
#SajakDiri
Selain aku hanya bisa menggerutu, aku hanya bisa bilang " da aku mah apa atuh"
#SajakDiri
Selain aku hanya bisa bilang "oh gitu", aku menyadari siapalah aku
#SajakDiri
Jika memang "itu" yg dimau,
Ijinkan aku memendam pilu dalam kalbu
#SajakDiri

Ittikad

Kalau sudah begini adanya, tak ada ittikad baik olehnya, rasa2nya aku ingin menyerah saja.
.
Jika hanya timbul fitnah pada setiap hal yg kurasa, dan tak ada pengertian setelahnya, kurasa aku berhenti sajalah.
.
Daripada teramat sakit sayatanya, tak sesekali-duakali kuterima, kurasa mundur jalan terbaiknya.
.
‪#‎SajakDiri‬

Aku yang tak di aku

Aku,
Bukan siapa-siapa bila di sandingkan dengan dia
Bukan apa-apa bila di takar dengan dia
Bukan siapa-siapa lagi bila dengan Nya
Bukan apa-apa lagi bisa dengan Nya.
-
Aku,
Seringkali tidak pantas, sesekali pantas
Seringkali tidak pantas, bahkan tidak pernah pantas
Tak sepantas yg biasa di atas pentas
Tak pantas lagi kepada yg lebih atasnya pentas.
-
05 April 2015
Burjo pojok
-
‪#‎SajakDiri‬

Tentang, ah

Juga tak ada sepi waktu ini
Dua senyawa menari bahagia
Membenam hati dan diri sunyi
Hujan temaram tentang, ah...
-
Kira anak adam bertekuk lutut
Menunaikan hajat jasad yg butuh istirahat
Membuai bagi siapa yg hidup
Kita tau, itu malam
-
Pun, itu tak berlaku bagi diri ini
Bersama bulan bundar bersinar
Bintang gemerlap mengkilap
Kukirim sebait rindu bertabur pilu
-
Yang pasti,
Aku tak ingin cahaya redup,
Tak secerah kala ia menyapa kala pertama
Atau yang cukup haru, ia menyinari bukan diri ini.
-
Jika bukan cahaya
Lantas, aku menuju mercusuar yg mana
Terombang-ambing ditertawakan karang
Kemudian hilang di gulung ombak lautan?
-
Tuhan, yang pemurah.
Berkatilah, tanah yang indah
Diri ini bersemayam
-
23.59 / 5 Mei 2015
‪#‎SajakDiri