Rabu, 09 Juli 2014

Rumah Gersang - Teruntuk Rahim Merah ku


Semua yang dahulu kita cita-cita cita kan
Akan kecermelangnya masadepan
Tentang kebersamaan
Tentang kesatuan
Tentang kekeluargaan
Dan tetang ikatan
            Saat kita terbuai dengan mesra
            Merajut sebuah harapan bersama
Seolah tak ada kuasa selain kita
Dan semua itu bak Nampak dalam setiap diri kita
Namun, masa yang dimana aku mengkhawatirkannya
Ketika tak ada jiwa-jiwa perajut asa
Ketika jiwa-jiwa itu pergi entah kemana
Pun sebelumnya mereka adalah bak anak surga
            Aku sedikit terhibur dalam hati
            Ketika semua berdalih masa transisi
            Menjanjikan surga-surga mimpi setelah ini
            Seakan masalah tadi hanya sebuah ilusi

Selasa, 13 Mei 2014

Minggu, 13 April 2014

Masela 2013 Period, sebuah tawa dan tangis

Aku tak tau pasti
sudah berapa lama kita tak bersua
tak tau pasti sampai kapan kita tetap seperti ini

iringan tangis dan tawa pernah kita lalui dengan khidmat
aku tak terlalu mempersoalkan berapa tahun, berapa bulan, berapa minggu, berapa hari kita pernah berjalan bersama
sebuah rasa dan asa yang telah lama kita rajut
yang telah lama kita banggakan
telah lama kita tertawakan dan kita tangisi.

Ingin ku mengutuk pertemuan
ingin ku mengutuk takdir
tapi apalah daya, ini sebuah keharusan
ini sebuah kehendak yang harus kita ikuti dan kita patuhi

merindukan senyum, tawa, dan bahagiamu
merindukan tetesan air mata, kesedihan dan kepahitan

kata ini tak mampu menggambarkan
tak akan mampu mewakili rasa yang menggebu
atau bahkan meredakannya
dan setidaknya kata ini mencoba untuk menjadi obat penawar keresahan

merindukan atas mu

yogyakarta, 13 April 2014 jam 23.25

Sabtu, 29 Maret 2014